0 Puasa Perspektif Q.S Al-Baqarah :183-185

04 Juli 2014 Label:

Puasa Perspektif Q.S Al-Baqarah :183-185

A.    Latar Belakang
Dalam salah satu rukun Islam telah disebutkan bahwa puasa adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk mencapai derajat muslim. Dalam hadits Nabi pun disebutkan bahwa puasa adalah salah satu tiang penyangga Islam. Oleh karenanya sebagai umat Islam kita tentu berkewajiban melaksanakannya. Namun Islam bukanlah agama yang memberatkan, prinsip rahmatan lil alamin telah diteladankan oleh Nabi Muhammad yang tidak lain semua itu bersumber dari Allah. Misalnya bagi orang yang sakit atau musafir tidaklah dikenai kewajiban puasa, karena mereka dalam keadaan yang payah. Dan masih banyak lagi bukti rahmatan lil ‘alamin tersebut, diantaranya yang terkandung dalam QS.Al-Baqarah:183-185 yang akan kami bicarakan dibawah ini.
Membicarakan tentang kewajiban puasa tentu tidak terlepas dari firman Allah swt. Diantaranya pada Q.S al-Baqarah : 183-185, yang akan kami coba paparkan sedikit penjelasan mengenainya.
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa(183)(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(184)Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadlan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan batil). Oleh karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur (185)

0 وقفات رجبيَّة

01 Mei 2014 Label:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد؛
فهذه بعض النقاط المتعلقة بشهر رجب:
قال ابن فارس في معجم مقاييس اللغة (ص445): رجب: الراء والجيم والباء أصلٌ يدل على دعم شيء بشيء وتقويته... ومن هذا الباب: رجبت الشيء أي عظّمته... فسمي رجباً لأنهم كانوا يعظّمونه، وقد عظمته الشريعة أيضاً.
 

0 العوامل المؤثرة في نجاح الدعوة الفردية

20 Maret 2014 Label:

العوامل المؤثرة في نجاح الدعوة الفردية


هناك عواملُ مساعدة في نجاح الدعوة الفردية، فوجودُها وكَثرتها يُرجِّح النجاح، وعدم وجودها أو ضَعفها أو قلَّتها، يرجِّح الفشل، وهذه العوامل متعلقة بالأركان السابقة.

أولاً: العوامل المتعلقة بالداعية:
1- الإخلاص:
الدعوة إلى الله تعالى عبادة وعملٌ، ولا يَقبل الله من العمل إلا ما كان خالصًا لوجهه الكريم؛ قال تعالى: ﴿ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ ﴾ [البينة: 5].

فينبغي للداعية إلى الله - عز وجل - أن يُخلص نيَّته لله، وأن يَطمَع في الثواب من الله وحْده، وألا يشتري الدنيا بعمل الآخرة، وحسْبُه من الثواب الكبير ما بشَّر به النبي -صلى الله عليه وسلم- في قوله: ((لَأن يهديَ الله بك رجلاً، خيرٌ لك من حُمر النَّعَم)).

وليعلم الداعية إلى الله تعالى أن الله تعالى لا يَلتفت إلى عملٍ لا يكون له، فهل يُنتظر من عملٍ لا يَلتفت الله إليه أن يُبارك فيه؟!

0 أساليب الدعوة الناجح إلى الله

Label:

أساليب الدعوة الناجح إلى الله
 

 بسم الله الرحمن الرحيم

الدعوة في اللغة والاصطلاح

تعريف الدعوة ومعناها لغة واصطلاحا


أولا : الدعوة في اللغة
كلمة ( الدعوة ) مصطلح إسلامي، وهناك علاقة وثيقة بين مدلول هذا اللفظ في الأصل اللغوي، وبين استعماله كمصطلح إسلامي صرف .

0 العبادة المفقودة مراقبة الله عز وجل

10 Maret 2014 Label: ,

العبادة المفقودة
مراقبة الله عز وجل

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الرقيب ، وأشهد أن لا إله إلا الله الحسيب ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله اللبيب ، صلى الله وسلم عليه وعلى كل صاحب وحبيب . . وبعد :
للدين ثلاثة مراتب ، جاء ذكرها في الحديث المتفق على صحته من حديث عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ ، وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ : أَخْبِرْنِى عَنِ الإِسْلاَمِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : " الإِسْلاَمُ : أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ ، وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً " ، قَالَ : صَدَقْتَ ، قَالَ : فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ ، قَالَ : فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِيمَانِ ؟ قَالَ : " أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ " ، قَالَ : صَدَقْتَ ، قَالَ : فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ ؟ قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . . . . . الحديث وفي آخره قَالَ : " فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ " [ متفق عليه ] .

0 Ustadz Agus Salim, dari Madinah Kembali ke STIBA

08 Maret 2014 Label:

Satu lagi alumni STIBA Makassar yang telah menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia menjadi dosen STIBA. Bergabung dengan sejumlah pendahulunya yang telah lebih dulu menyelesaikan studi di Madinah. Ikut dalam barisan para pejuang yang telah menginfakkan waktu dan tenaga untuk melahirkan para duat rabbani. Yang kelak pada masanya akan terlibat dalam kancah dakwah, mencerahkan umat yang tengah dibalut gulita kejahilan. H. Agus Salim, Lc., ustadz muda kelahiran Samarinda 03 Agustus 1987 ini adalah alumni Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah angkatan 1430 H/2009 M.  Menyandang gelar alumni luar negeri tentu tak sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan standar yang ia inginkan. Tapi keinginannya untuk membaktikan ilmu yang telah dituntutnya akhirnya menuntun langkahnya kembali ke STIBA, kampusnya dulu.
Selain mengajar di kelas, Ustadz yang masih bujang ini juga mendapat amanah sebagai narasumber tetap dirasah ta’shiliyah Sirah Nabawi di Masjid al-Ihsan STIBA Makassar. Membahas kitab al-Urjuzah al-Miiyah fi Dzikri Hali Asyraf al-Bariyyah, Ustadz Agus telah memulai taklim perdananya Selasa pekan ini.
Sementara Ustadz H. Surahman Yati, Lc. alumni Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah yang dulu sekelas dengan Ustadz Agus Salim di STIBA, juga dijadwalkan akan tiba dalam waktu dekat dan akan turut bergabung bersama sivitas akademika STIBA.
Saat ini, jumlah mahasiswa asal STIBA Makassar yang tengah melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia baik S1, S2, maupun S3 sekira 29 orang. Tiga orang mahasiswa yang dinyatakan lulus akhir tahun lalu saat ini masih menunggu keluarnya visa. Sementara puluhan yang lain telah menyelesaikan studinya. (sq)

Info Alumni STIBA : Klik

 
.::_Alumni STIBA Makassar_::.
© Sekretariat : Jl. Inspeksi PAM Manggala Makassar 90234 HP. (085 236 498 102) E-mail:alumni.stiba.mks@gmail.com |(5M) |Mu'min |Mushlih |Mujahid |Muta'awin |Mutqin