0 العوامل المؤثرة في نجاح الدعوة الفردية

20 Maret 2014 Label:

العوامل المؤثرة في نجاح الدعوة الفردية


هناك عواملُ مساعدة في نجاح الدعوة الفردية، فوجودُها وكَثرتها يُرجِّح النجاح، وعدم وجودها أو ضَعفها أو قلَّتها، يرجِّح الفشل، وهذه العوامل متعلقة بالأركان السابقة.

أولاً: العوامل المتعلقة بالداعية:
1- الإخلاص:
الدعوة إلى الله تعالى عبادة وعملٌ، ولا يَقبل الله من العمل إلا ما كان خالصًا لوجهه الكريم؛ قال تعالى: ﴿ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ ﴾ [البينة: 5].

فينبغي للداعية إلى الله - عز وجل - أن يُخلص نيَّته لله، وأن يَطمَع في الثواب من الله وحْده، وألا يشتري الدنيا بعمل الآخرة، وحسْبُه من الثواب الكبير ما بشَّر به النبي -صلى الله عليه وسلم- في قوله: ((لَأن يهديَ الله بك رجلاً، خيرٌ لك من حُمر النَّعَم)).

وليعلم الداعية إلى الله تعالى أن الله تعالى لا يَلتفت إلى عملٍ لا يكون له، فهل يُنتظر من عملٍ لا يَلتفت الله إليه أن يُبارك فيه؟!

0 أساليب الدعوة الناجح إلى الله

Label:

أساليب الدعوة الناجح إلى الله
 

 بسم الله الرحمن الرحيم

الدعوة في اللغة والاصطلاح

تعريف الدعوة ومعناها لغة واصطلاحا


أولا : الدعوة في اللغة
كلمة ( الدعوة ) مصطلح إسلامي، وهناك علاقة وثيقة بين مدلول هذا اللفظ في الأصل اللغوي، وبين استعماله كمصطلح إسلامي صرف .

0 العبادة المفقودة مراقبة الله عز وجل

10 Maret 2014 Label: ,

العبادة المفقودة
مراقبة الله عز وجل

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الرقيب ، وأشهد أن لا إله إلا الله الحسيب ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله اللبيب ، صلى الله وسلم عليه وعلى كل صاحب وحبيب . . وبعد :
للدين ثلاثة مراتب ، جاء ذكرها في الحديث المتفق على صحته من حديث عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ ، وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ : أَخْبِرْنِى عَنِ الإِسْلاَمِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : " الإِسْلاَمُ : أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ ، وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً " ، قَالَ : صَدَقْتَ ، قَالَ : فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ ، قَالَ : فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِيمَانِ ؟ قَالَ : " أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ " ، قَالَ : صَدَقْتَ ، قَالَ : فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ ؟ قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . . . . . الحديث وفي آخره قَالَ : " فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ " [ متفق عليه ] .

0 Ustadz Agus Salim, dari Madinah Kembali ke STIBA

08 Maret 2014 Label:

Satu lagi alumni STIBA Makassar yang telah menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia menjadi dosen STIBA. Bergabung dengan sejumlah pendahulunya yang telah lebih dulu menyelesaikan studi di Madinah. Ikut dalam barisan para pejuang yang telah menginfakkan waktu dan tenaga untuk melahirkan para duat rabbani. Yang kelak pada masanya akan terlibat dalam kancah dakwah, mencerahkan umat yang tengah dibalut gulita kejahilan. H. Agus Salim, Lc., ustadz muda kelahiran Samarinda 03 Agustus 1987 ini adalah alumni Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah angkatan 1430 H/2009 M.  Menyandang gelar alumni luar negeri tentu tak sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan standar yang ia inginkan. Tapi keinginannya untuk membaktikan ilmu yang telah dituntutnya akhirnya menuntun langkahnya kembali ke STIBA, kampusnya dulu.
Selain mengajar di kelas, Ustadz yang masih bujang ini juga mendapat amanah sebagai narasumber tetap dirasah ta’shiliyah Sirah Nabawi di Masjid al-Ihsan STIBA Makassar. Membahas kitab al-Urjuzah al-Miiyah fi Dzikri Hali Asyraf al-Bariyyah, Ustadz Agus telah memulai taklim perdananya Selasa pekan ini.
Sementara Ustadz H. Surahman Yati, Lc. alumni Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah yang dulu sekelas dengan Ustadz Agus Salim di STIBA, juga dijadwalkan akan tiba dalam waktu dekat dan akan turut bergabung bersama sivitas akademika STIBA.
Saat ini, jumlah mahasiswa asal STIBA Makassar yang tengah melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia baik S1, S2, maupun S3 sekira 29 orang. Tiga orang mahasiswa yang dinyatakan lulus akhir tahun lalu saat ini masih menunggu keluarnya visa. Sementara puluhan yang lain telah menyelesaikan studinya. (sq)

Info Alumni STIBA : Klik

0 SERIAL ALUMNI Beratnya Berdakwah kepada Pemimpin Kaum

Label: ,

Usai menamatkan kuliahnya di STIBA Makassar, Abdullah Syahrul, pemuda asal Flores Manggarai Timur NTT ini memboyong istri dan anaknya meninggalkan Kota Makassar. Kota yang telah memberinya banyak kenangan, suka maupun duka. Di Makassar inilah ia mulai menuntut ilmu agama tak kurang dari enam tahun. Tujuannya kali ini adalah kembali ke kampung asalnya, berdakwah dan memberikan pencerahan kepada handai taulan dan masyarakat pada umumnya.
Tiba di Kupang, ia mulai gencar melakukan silaturrahim kepada masyarakat sekitarnya. Dari silaturahim ini, ia mulai dipercaya untuk membina dan mengisi taklim untuk remaja masjid.
Salah satu fenomena yang cukup mengusik perasaaan Abdullah adalah terkait dengan penunjukan imam masjid yang diangkat karena senioritas atau memiliki peran dalam pembangunan masjid tempatnya berdomisili, atau mampu melayani kebutuhan masyarakat seperti ketika diundang tahlilan maka dia siap hadir dan memimpin tahlilan. Kenyataan ini bagi Abdullah sangat menyedihkan. Apalagi dengan sedikit banyaknya pengetahuan ilmu Nahwu yang telah ia dapatkan di STIBA dulu. Terlebih, surah al-Fatihahnya pun tak luput dari kesalahan-kesalahan.

0 Dari STIBA Menuju Universitas Qassim

Label:

Universitas Qassim merupakan universitas yang berada di provinsi Qassim Saudi Arabia, tepatnya di pertengahan jazirah Arab. Universitas ini dapat dikatakan pemula dalam penerimaan mahasiswa asing. Meski demikian, universitas ini terus berbenah dan mengembangkan sayapnya sebagai salah satu universitas terbaik di Saudi. Dan sebagai langkah awal, Universitas Qassim menerima mahasiswa asing dengan kuota tertentu dari beberapa negara, seperti Amerika, Inggris, Cina, Cosova, Prancis, Rusia, Filipina, dan tentunya Indonesia. Sebanyak 13 pelajar asal Indonesia di akhir tahun 2013 lalu dinyatakan lulus di Universitas Qassim KSA. Menyandang status sebagai angkatan pertama dari Indonesia di Universitas Qassim, 13 pelajar nusantara ini  berusaha memberikan citra dan gambaran yang baik kepada masyarakat Saudi khususnya warga Universitas Qassim terhadap penduduk Indonesia. Delapan dari mereka merupakan mahasiswa STIBA Makassar yang telah mendapatkan rekomendasi dari Ketua STIBA untuk melanjutkan studi ke Universitas Qassim.
Universitas Qassim sendiri membuka beberapa fakultas dan jurusan dengan konsentrasi bidang agama dan teknologi. Bagi mahasiswa yang belum memiliki dasar bahasa Arab diwajibkan untuk melewati tahap pembelajaran bahasa Arab selama empat semester dan dapat melanjutkan studi ke jenjang kuliah jika memperoleh catatan nilai minimal jayyid jiddan.
Proses belajar mengajar di Universitas Qassim sama halnya dengan universitas lain, namun yang ditonjolkan adalah kajian-kajian Islam ilmiah luar universitas yang merupakan ciri khas dari provinsi Qassim khususnya kota Buraydah. Pembina Asrama-pun mewajibkan mahasiswa binaan untuk ikut serta dalam kajian tersebut. Bagi asrama khusus Asia (Indonesia, Cina, Filipina) diwajibkan untuk mengikuti kajian yang telah terjadwal, seperti kajian Umdatul Ahkam, Hadist Arbain, Tafsir dan Ushul Tafsir, Mushthalah Hadits, Sirah, Halaqah Tahfidz, dll. Dengan harapan mahasiswa dapat kembali ke negara masing-masing dengan memberikan pengabdian yang nyata berupa pemenuhan kebutuhan masyarakat akan ilmu dan ulama. [Usamah-Qassim University KSA/1435].

Info Alumni : Klik

 
.::_Alumni STIBA Makassar_::.
© Sekretariat : Jl. Inspeksi PAM Manggala Makassar 90234 HP. (085 236 498 102) E-mail:alumni.stiba.mks@gmail.com |(5M) |Mu'min |Mushlih |Mujahid |Muta'awin |Mutqin